Wellness Tourism Bukan Sekadar Spa
Untuk Owner Hotel Boutique, GM Hotel Chain, Pemilik Resort
Hotel Anda jual kamar. Tamu Anda bayar untuk pengalaman. Wellness tourism mengubah equation-nya.
Ringkas
- Wellness tourism mencakup 11 sub-sektor — spa hanya satu di antaranya.
- Tamu wellness tinggal 53% lebih lama dan belanja 178% lebih banyak per kunjungan dibanding tamu konvensional (GWI).
- Hotel yang sudah punya alam atau budaya khas memerlukan biaya investasi yang relatif rendah untuk masuk.
Apa.
Wellness tourism adalah pengalaman menginap yang berfokus pada peningkatan kesehatan fisik, mental, atau spiritual. Sub-sektornya: physical activity, healthy eating & nutrition, mental wellness, beauty & anti-aging, spa, alternative medicine, traditional & complementary medicine, preventive medicine, public health, healthy real estate, dan workplace wellness. Spa hanya 1 dari 11.
Kenapa.
Profitnya bukan dari kamar — dari ancillary. Tamu wellness sarapan di restoran sehat (margin tinggi), ikut yoga (program berbiaya rendah, harga tinggi), beli oleh-oleh artisanal (margin sangat tinggi), dan extend stay. Loyalitas tamu wellness 3-5x lebih tinggi karena hubungan emosional dengan pengalaman.
Kapan.
Sekarang — pasca-pandemi, segmen ini melonjak. Mental wellness dan immune-boosting jadi value paling dicari. Tamu kelas menengah-atas Asia (Tiongkok, Korea, Indonesia) yang dulunya hanya cari kemewahan, sekarang aktif mencari pengalaman wellness yang otentik. Hotel yang lambat menambah layanan wellness akan kehilangan segmen premium ini.
Di Mana.
Hotel di destinasi alam (Bali, Lombok, Yogya, Belitung, Sumba), boutique di kota dengan tradisi healing (Bali, Solo, Yogya), resort di kawasan thermal-spring (Sukabumi, Bogor, Jawa Tengah), dan urban hotel dengan rooftop wellness center (Jakarta, Surabaya). Hampir semua positioning bisa add wellness layer.
Siapa.
Tamu: digital nomad, executive yang burnout, generasi 30-55 yang invest di kesehatan, keluarga dengan anak-anak yang mencari liburan sehat, perusahaan yang booking corporate retreat. Internal team: GM, F&B manager, spa manager, fitness trainer, naturopath, chef khusus, dan staf yang paham hospitality wellness — bukan hospitality biasa.
Cara Eksekusi-nya
Banyak hotel salah ambil first-step: invest di gedung spa lebih dahulu daripada training tim. Hasilnya: gedung baru, layanan biasa-biasa.
4W kami kasih gratis di sini. Cara eksekusi-nya — itu yang kami kerjakan bersama tim Anda lewat konsultasi & training berbayar.
Train tim Anda — diskusi dengan dr. AndrySumber
- · GWI 2022 Global Wellness Economy
- · GWI Country Rankings 2022